Pernah dapat sms yang begini: "Plg Yth, nomor anda 08XX.XXX.XXXX mendapat hadiah dari pengundian PT. Operator Seluler, pin anda 12345, utk info klik di www xxxx blogspot.com atau hub: 021-xxxxxxx". Modus penipuan via SMS dan website palsu seperti ini marak dan sering didapat baik oleh saya ,keluarga ,kerabat dan teman yang pengguna kartu pasca bayar maupun yang menggunakan kartu prabayar. Menurut pengamatan saya modus operandi penipuan ini menjadi marak sejak banyaknya operator seluler yang memanjakan pelanggan dengan fasilitas SMS gratis ke sesama operator dan ditunjang oleh begitu mudahnya mendapatkan nomor prabayar yang baru.
Sebetulnya bagi yang melek internet, sudah ketahuan bahwa ini merupakan modus operandi penipuan via sms dan website palsu, masa operator seluler yang cukup berduit pake blogspot yang notabene gratisan untuk mengumumkan hasil undian, kan lucu. Tapi saya pernah juga dapat sms yang menginfokan suruh ngecek di www.halopoin.com. Hampir saja tertipu karena sekilas tampilannya seperti benar2 website asli Telkomsel, tapi setelah ditelaah lebih teliti terlihat perbedaan yakni menu dan tampilannya tidak selengkap aslinya.
Modus penipuan seperti ini merupakan pengembangan dari modus sebelumnya yakni seperti contoh berikut :
"Selamat, nomor anda terpilih sebagai pemenang kesatu dengan hadiah sebuah mobil xxxxxx. Pengundian hadiah berlangsung tadi malam dan disiarkan langsung lewat TV swasta. Untuk pengambilan hadiah hub call center: 08xxxxxxxxxxxxx."
Nah yang modus penipuan yang tadi dan ini sebetulnya mudah diketahui penipuan atau bukan.
Pertama:
- Pengirimnya bukan nama operator seluler, tp dari nomor 08xxxxxxxxxxxx. Kalau asli dari operator pasti tidak akan muncul nomor alias hanya tampil nama operatornya atau nomor yang keluar cuma 4 angka. Persis seperti konfirmasi pengisian pulsa atau dapat pulsa gratis.
- Call centernya tidak mungkin juga 08xxxxxxxxxxxx. Kalaupun 021xxxxx pasti bukan nomor CDMA melainkan nomor PSTN.
Tapi sering juga ada yang mau menipu tapi justru malah memperlihatkan kebodohannya. Dia mengirim pake nomor operator seluler A, tapi call centernya justru operator seluler B.
Jadi ingat cerita lucu, dulu waktu rekan sekantor dapat SMS seperti ini. Terus langsung menelepon nomor call center yang tertera di SMS. Nah setelah panjang lebar bertanya2, teman saya pura2 habis pulsa, minta ditelpon balik. Ternyata si penipu begitu antusias, jadi saat itu juga langsung ditelpon balik. Ujung2nya si penipu ini mengarahkan teman saya ke ATM. Nah teman saya ini pura2 sudah jalan ke ATM terdekat, terus si penipu ini mengarahkan untuk transfer uang ke rekening dia. Karena sejak awal teman saya memang menggunakan speaker phone, saat bilang ke si penipu sudah melakukan transfer sesuai arahannya, semua orang di ruangan itu langsung tertawa. Sadar ternyata dikerjain, langsung deh si penipunya tutup telepon.
Jadi kesimpulannya , selalu waspada dan teliti.
- Operator seluler, setiap mengirimkan pengumuman pasti menggunakan servernya sehingga tidak akan muncul nomor 08xxxxxxxxx yang panjang sekali, tapi hanya muncul nama operator atau nomor dengan hanya 4 angka.
- Kalaupun nanti ada penipu yang bermodal atau lebih canggih sehingga muncul pengirim dengan hanya 4 angka, periksa call centernya dan websitenya. Kalo gak mau repot dan lebih jelas langsung telepon ke call center masing operator. Artinya jika anda pemakai kartu Halo/Simpati/As telepon ke Telkomsel, pemakai kartu Matrix/Mentari/IM3/StarOne hubungi Indosat dsb.
- Jangan mengunjungi website yang tertera di sms tersebut, kalau pun penasaran buka websitenya, jangan memasukkan data jika ada form pengisian, karena bisa jadi website ini melakukan modus phising alias mengambil data orang lain untuk disalahgunakan.
Semoga si pelaku penipuan via SMS dan website palsu ini diberi kesadaran bahwa uang yang didapat dari cara haram tidak akan bermanfaat bagi dirinya malah akan menjadikan anak-cucunya menjadi pribadi2 yang berjiwa penipu juga.
Demikian pengalaman saya dengan Penipuan via SMS dan Website Palsu
Tampilkan postingan dengan label pengalaman pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman pribadi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 02 Juni 2013
Sabtu, 02 Juli 2011
Tips menurunkan kadar trigliserida tanpa obat dan suplemen berdasarkan pengalaman pribadi
Sejak awal tahun 2000, karena ada program Medical check up (MCU) dari kantor saya rajin diperiksa kesehatan minimal 2 tahun sekali. Alhasil diketahui kadar kandungan kolesterol dan trigliseridaku cukup tinggi, selalu diambang batas. Saya gak akan membahas apa itu kolesterol karena sudah banyak artikel yang membahasnya. Nah sekarang apa itu trigliserida? Trigliserida bukan kolesterol melainkan adalah kandungan lemak yang terkandung di dalam darah kita yang dikemas dalam bentuk partikel lipoprotein. Makanya biasa disebut juga lemak darah. Pengukuran kadar trigliserida mesti dikerjakan setelah puasa selama 12-14 jam. Di Amerika Serikat patokan nilai yang digunakan adalah berdasarkan rekomendasi yang berasal dari National Cholesterol Education Program, sebagaimana tersebut di bawah ini:
- Acceptable (dapat diterima) kurang dari 200
- Borderline high (perbatasan tinggi) 200-400
- Tinggi 400-1000
- Sangat tinggi lebih tinggi dari 1000.
Naiknya kadar trigliserida darah memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner, khususnya pada mereka yang juga menderita problem kesehatan lain seperti kencing manis. Kadar HDL yang rendah sering muncul bersamaan dengan kenaikan trigliserida. Suatu kombinasi yang menaikkan risiko penyakit jantung koroner. Kombinasi ini juga merupakan bagian sindrom X. Sindrom X yang sedang banyak dibicarakan, merupakan problem kesehatan serius yang menyerang banyak masyarakat kita.
Sindrom ini terdiri dari kumpulan gejala-gajala: tingginya kadar trigliserida, rendahnya level kolesterol HDL, tekanan darah tinggi, dan mencuatnya kadar gula darah.
Menurut beberapa literatur, ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi tingginya kadar trigliserida dalam darah seperti kegemukan, makanan berlemak jenuh tinggi, makanan yang tinggi glukosa / karbohidrat serta minuman alkohol. Namun berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, faktor kegemukan bukan salah satu penyebab melainkan faktor genetik yang lebih berperan. Apa sebab? Dalam beberapa kasus, banyak yang badannya gemuk dan jarang olah raga tapi kadar trigliseridanya rendah, tapi banyak juga yang badannya sedang2 saja dan rajin berolah raga tapi tetap saja mempunyai kadar trigliserida tinggi.
Nah, setelah saya diketahui memiliki kadar kolesterol dan trigliserida tinggi, biasanya sehabis medical check up (MCU) saya diberi pengantar untuk mengkonsumsi obat dan dianjurkan diet makanan yang mengandung kolesterol dan lemak yang tinggi dan memperbanyak makanan yang kaya dengan serat seperti sayuran dan buah-buahan. Sayapun jadi terbiasa untuk memilah dan memilih makanan yang akan dikonsumsi baik untuk cemilan maupun makan pagi/siang/malam.
Hasilnya?
Memang kadar kolesterol turun sampai batas normal, tapi kadar trigliserida masih tetap jauh diatas ambang yakni masih di kisaran 400an lebih. Lalu di MCU berikutnya, saya diberi obat untuk menurunkan kadar si trigliserida ini dan dianjurkan olah raga rutin. Selain itu obat-obatan itu, beberapa suplemen seperti ekstrak bawang putih pun dilahap, bahkan kadang2 bawang putih mentah dimakan bareng dengan nasi. Sementara olah raga yang dilakoni yakni mulai dari pingpong (tenis meja), futsal dan yang rutin adalah jogging pagi hari sekitar 15-30 menit sebelum ke kantor. Dan kegiatan rutin ini sudah berlangsung beberapa tahun.
Hasilnya?
Memang terjadi penurunan kadar trigliserida di kisaran 300an, namun masih tetap masuk kategori belum aman. Dan ketika saya menghentikan konsumsi obat, namun masih rutin olah raga hasilnya malah naik lagi di kisaran 400an lebih. Hal ini dilakukan karena saya tidak ingin ada ketergantungan pada obat. Nah dari sinilah saya mulai berpikir apakah memang tubuh saya ini terlalu banyak menghasilkan trigliserida. Seiring dengan waktu, saya pun mencari-cari literatur tentang trigliserida ini. Akhirnya saya menemukan kalimat: trigliserida merupakan efek samping yang sering diabaikan dari diet rendah karbohidrat banyak. Karbohidrat?? Bukankah nasi merupakan sumber utama karbohidrat untuk masyarakat Indonesia (beda kasus untuk masyarakat luar yang makanannya roti). Akhirnya saya mulai mengurangi porsi asupan nasi, jadi yang biasanya makan satu porsi, sekarang nasinya hanya setengah.
Hasilnya?
Berhubung saya sibuk sering ke luar kota, jadi olah raga rutin setiap pagi bisa dikatakan sudah jarang. Namun kadar trigliserida turun ke level 300an. Lalu saya berpikir, kalau menghentikan total makan nasi memang susah, dikurangi juga masih tetap lapar malah larinya jadi ngemil. Akhirnya saya berpikir, kalau mengurangi makan nasi biasanya 3 kali jadi 2 kali kenapa tidak dicoba? Akhirnya jadilah kebiasaan, makan hanya pagi-pagi dan siang hari. Sedangkan malam hari cukup makan buah-buahan atau sayuran tanpa daging/telor. Kebiasaan ini mulanya dicemoohkan beberapa rekan saya. Ada yang menganggap terlalu hemat lah....mengirit lah.....lalu nanya apa tidak lapar..... Dan anggapan saya kalau selama bulan puasa bisa nahan makan selama siang hari kenapa tidak untuk malam hari toh malah hari hanya untuk tidur saja?
Lalu bagaimana hasilnya?
Alhamdulillah, meskipun tetap jarang berolah raga karena sering bepergian, tapi kadar trigliserida sudah bisa meluncur drastis ke level 200an. Memang masih diluar batas ambang normal tapi kalau dibarengi dengan olah raga rutin, Insya Allah bisa turun ke level normal.
Mau mencoba?
- Acceptable (dapat diterima) kurang dari 200
- Borderline high (perbatasan tinggi) 200-400
- Tinggi 400-1000
- Sangat tinggi lebih tinggi dari 1000.
Naiknya kadar trigliserida darah memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner, khususnya pada mereka yang juga menderita problem kesehatan lain seperti kencing manis. Kadar HDL yang rendah sering muncul bersamaan dengan kenaikan trigliserida. Suatu kombinasi yang menaikkan risiko penyakit jantung koroner. Kombinasi ini juga merupakan bagian sindrom X. Sindrom X yang sedang banyak dibicarakan, merupakan problem kesehatan serius yang menyerang banyak masyarakat kita.
Sindrom ini terdiri dari kumpulan gejala-gajala: tingginya kadar trigliserida, rendahnya level kolesterol HDL, tekanan darah tinggi, dan mencuatnya kadar gula darah.
Menurut beberapa literatur, ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi tingginya kadar trigliserida dalam darah seperti kegemukan, makanan berlemak jenuh tinggi, makanan yang tinggi glukosa / karbohidrat serta minuman alkohol. Namun berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, faktor kegemukan bukan salah satu penyebab melainkan faktor genetik yang lebih berperan. Apa sebab? Dalam beberapa kasus, banyak yang badannya gemuk dan jarang olah raga tapi kadar trigliseridanya rendah, tapi banyak juga yang badannya sedang2 saja dan rajin berolah raga tapi tetap saja mempunyai kadar trigliserida tinggi.
Nah, setelah saya diketahui memiliki kadar kolesterol dan trigliserida tinggi, biasanya sehabis medical check up (MCU) saya diberi pengantar untuk mengkonsumsi obat dan dianjurkan diet makanan yang mengandung kolesterol dan lemak yang tinggi dan memperbanyak makanan yang kaya dengan serat seperti sayuran dan buah-buahan. Sayapun jadi terbiasa untuk memilah dan memilih makanan yang akan dikonsumsi baik untuk cemilan maupun makan pagi/siang/malam.
Hasilnya?
Memang kadar kolesterol turun sampai batas normal, tapi kadar trigliserida masih tetap jauh diatas ambang yakni masih di kisaran 400an lebih. Lalu di MCU berikutnya, saya diberi obat untuk menurunkan kadar si trigliserida ini dan dianjurkan olah raga rutin. Selain itu obat-obatan itu, beberapa suplemen seperti ekstrak bawang putih pun dilahap, bahkan kadang2 bawang putih mentah dimakan bareng dengan nasi. Sementara olah raga yang dilakoni yakni mulai dari pingpong (tenis meja), futsal dan yang rutin adalah jogging pagi hari sekitar 15-30 menit sebelum ke kantor. Dan kegiatan rutin ini sudah berlangsung beberapa tahun.
Hasilnya?
Memang terjadi penurunan kadar trigliserida di kisaran 300an, namun masih tetap masuk kategori belum aman. Dan ketika saya menghentikan konsumsi obat, namun masih rutin olah raga hasilnya malah naik lagi di kisaran 400an lebih. Hal ini dilakukan karena saya tidak ingin ada ketergantungan pada obat. Nah dari sinilah saya mulai berpikir apakah memang tubuh saya ini terlalu banyak menghasilkan trigliserida. Seiring dengan waktu, saya pun mencari-cari literatur tentang trigliserida ini. Akhirnya saya menemukan kalimat: trigliserida merupakan efek samping yang sering diabaikan dari diet rendah karbohidrat banyak. Karbohidrat?? Bukankah nasi merupakan sumber utama karbohidrat untuk masyarakat Indonesia (beda kasus untuk masyarakat luar yang makanannya roti). Akhirnya saya mulai mengurangi porsi asupan nasi, jadi yang biasanya makan satu porsi, sekarang nasinya hanya setengah.
Hasilnya?
Berhubung saya sibuk sering ke luar kota, jadi olah raga rutin setiap pagi bisa dikatakan sudah jarang. Namun kadar trigliserida turun ke level 300an. Lalu saya berpikir, kalau menghentikan total makan nasi memang susah, dikurangi juga masih tetap lapar malah larinya jadi ngemil. Akhirnya saya berpikir, kalau mengurangi makan nasi biasanya 3 kali jadi 2 kali kenapa tidak dicoba? Akhirnya jadilah kebiasaan, makan hanya pagi-pagi dan siang hari. Sedangkan malam hari cukup makan buah-buahan atau sayuran tanpa daging/telor. Kebiasaan ini mulanya dicemoohkan beberapa rekan saya. Ada yang menganggap terlalu hemat lah....mengirit lah.....lalu nanya apa tidak lapar..... Dan anggapan saya kalau selama bulan puasa bisa nahan makan selama siang hari kenapa tidak untuk malam hari toh malah hari hanya untuk tidur saja?
Lalu bagaimana hasilnya?
Alhamdulillah, meskipun tetap jarang berolah raga karena sering bepergian, tapi kadar trigliserida sudah bisa meluncur drastis ke level 200an. Memang masih diluar batas ambang normal tapi kalau dibarengi dengan olah raga rutin, Insya Allah bisa turun ke level normal.
Mau mencoba?
Langganan:
Postingan (Atom)